Salah satu matakuliah di jurusan Planologi Itenas Bandung, yang katanya jika lulus dari mata kuliah ini kita dapat berkomunikasi dengan baik dan benar. Apakah itu benar?
Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa dengan wajah-wajah baru, yang menginjakan kakinya digedung planologi. Termasuk saya, saya seorang mahasiswa culun yang selalu merendahkan dirinya. Walaupun dari kejahuan banyak orang-orang yang melihat dengan mata berharap untuk meminta tanda tangan saya. Hahaha.. impian yang akan menjadi kenyataan.
Saat pertama kali saya perkenalan didepan mahasiswa baru dan dosen-dosen yang memiliki bersahabat dan murah senyum. Wuush-wush angin berhembus pertanda bahwa saat saya memperkenalkan diri udara menjadi dingin dan mencekam semua mata tertuju ke saya. Betapa takutnya jika saya salah bicara. Pasti semuanya hancur berancatakan. Untungnya berjalan lancar sesuai dengan keinginan. Fuuh
Disitu saya yakin dan sadar, saya membutuhkan teknik dalam komunikasi yang lebih baik dan benar untuk masa depan saya. Dan menggunakan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Gak salah jurusan !
Hari pertama belajar tekpres kesannya. Wah dosennya gak bikin ngantuk ni, dengan gaya khas bicaranya dan berpakaiannya dan humor-humornya yang segar membuat mata kuliah ini menjadi semangat saya ikuti. Walaupun banyak tugas-tugas yang sangat berbeda saat di sma.
Saya mendapatkan hal-hal yang baru, yaitu Berkomunikasi bukan hanya dapat dilakukan dengan berbicara, gambar, garis, warna juga termasuk komunikasi. bahkan Mengedipkan mata saja merupakan salah satu bentuk komunikasi yang dapat dilakukan dengan benar disaat yang benar tentu dengan cara yang benar dan tentu untuk tujuan yang benar. Haha
Hari Terakhir belajar tekpres, Wih saya belajar menjadi tukang kecap saat gallery session. Bagaimana mempengaruhi oranglain dan menyampaikan maksud dan tujuan ke orang lain. SUKSES lah kalau dirasa-rasain.( Kecap laku terjual ! hahaha) Walaupun gak jelas tetap aja saya harus menyelesaikan ini semua. Perpisahan dengan mata kuliah yang menyenangkan sungguh sangat berat. Tapi saya tidak mau mengulang. Selamat tinggal. Give me A point (siapa pun yang membaca ;) )