Laman

Relasi

Sabtu, 30 Oktober 2010

CINTA DAN KOTA

Ehem-Ehem
Kalau berbicara tentang cinta, Aduh.. pasti sangat rumit.. hehe
Kenapa? karena cinta itu susah dimengerti, kenapa cinta itu ada? kenapa bisa timbul perasaan cinta? Kenapa tidak ada mata kuliah “Teknik Cinta dan mempertahankannya” haha..
Sedikit pengertian saya tentang cinta. Cinta adalah mutasi dari perasaan suka dan bahagia, dimana di dalam mutasi itu terdapat proses, proses yang berjalan membutuhkan waktu, cara, dan objek. tapi ketika waktu, cara, dan objek yang dibutuhkan tidak sesuai. Cinta bermutasi menjadi perasaan sedih dan kecewa. dan hanya satu cara merasakan cinta yaitu PROSES. PROSES SUKA DAN PROSES KECEWA terhadap satu objek. Dan di dalam proses terdapat respon yang positif dari perasaan itu.
Dan cinta itu banyak objeknya, Cinta Orang Tua, Cinta Keluarga, Cinta Lingkungan, Cinta Peliharaan, Cinta Teman, dan Cinta Kepada Lawan Jenis.
Disini saya akan membahas Cinta kepada lawan jenis. Karena menurut saya cinta ini menjadi salah satu faktor pendukung keharmonisan seseorang dalam menjalin hubungan. Dan ini dapat berakibat positif terhadap pembangunan kota (Hahaha Lebay) maksudnya dalam segi psikologis. Contohnya jika dikota tersebut terdapat 500 pasangan dan setiap pasangan itu mengerti apa itu Cinta. Tentu akan tercipta suasana yang damai, tentram, dan indah. Dimana setiap orang otomatis peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Dan juga meningkatnya motivasi dalam bekerja dan belajar sebagai tanggung jawab atas perasaannya, sehingga dengan kondisi seperti ini kota dengan jumlah 500 pasangan yang sudah mengerti apa itu cinta akan dengan mudah berkembang. Karena tingkat kriminalitas, poligami dan perselingkuhan yang merupakan gangguan psikologis masyarakat akan berkurang.
Cinta itu sulit. Fakta sangat mendukung banyak orang gagal dalam menjalin hubungan, baik pacaran maupun yang sudah menikah. Dan di Indonesia banyak Tragedi Kejablayan atau yang dikenal dengan istilah “TAK LAKU”.
Toh Kalau begitu Cinta itu perlu dimasukan kedalam Mata Kuliah ataupun pelajaran. Karena dampaknya begitu besar kalau seseorang tidak mengerti apa itu cinta. Akibatnya Tingkat kriminalitas semakin tinggi (Pemerkosaan dan Perceraian), Tingkat perubahan takdir juga semakin tinggi (Transgender/Ganti Kelamin)
Mengapa Akibat itu bisa terjadi? SEMUA KARENA TIDAK TAHU ARTI CINTA SEBENARNYA!
Saat menulisnya saja sudah senyum-senyum, tentu saya punya pengalaman yang khusus sehingga timbul pernyataan yang dapat saya pertanggung jawabkan.
Sekilas tentang Cinta Lokasi
Hari dimana saya menginjakan kaki di ITENAS, Bandung.
Pada saat itu saya tidak punya satu orang pun teman. Teman yang dapat diajak berbicara. Saya berjalan dari gerbang depan menuju gedung Serba Guna dengan wajah malu (Bayangin wajah anak idiot yang baru masuk kota, hahaha).
Di Gedung , saya berkenalan dengan anak Jakarta dan anak Bali. Setelah berbicara banyak, kesimpulannya adalah cewek bandung. Kenapa cewek bandung, karena kita bertiga lelaki jablay.
Blablablabla.. pengarahan dari moderator. Dan tiba lah ujungnya, siswa akan menuju ke jurusan masing-masing. saya sangat penasaran seperti apa teman saya nantinya.
Setelah menunggu agak lama. “Teknik Planologi silahkan menuju ke gedungnya dipimpin oleh ketua jurusan”. Saya maju dan meninggalkan teman saya.
“Jalannya berdua-duan supaya rapi” kata bapak moderator.
Eitz.. yang berjalan di sebelah saya cewek. Gak tau datang dari mana, dia yang mendekat. (hehe padahal seneng)
Setelah diperhatiin ini kayaknya cewek bandung. Soalnya, di perjalanan saya sedikit curi-curi pandang, pura-pura deketin, supaya menarik perhatiannya. Kayak orang bego lah cari perhatian tapi gak berani kenalan (hahaha).
Sesampainya di jurusan kita duduk berseberangan (sengaja biar bisa ngeliat dengan jelas cewek tadi).
Yang saya perhatiin cuman cewek tadi, duduk bengong merhatiin dia. Sampai-sampai cuman sedikit yang didengar dari penjelasan ketua jurusan.
Tiba-tiba perkenalan, siapa dari mana dan mengapa masuk kesini?
Pertama yang dipanggil cewek berkacamata dan berbehel, eitz ini cewek mirip Betty Lafea haha
Dan ternyata saya urutan ke 5, Blablabla saya berbicara menceritakan tentang saya. Saya menunggu giliran cewek yang dari tadi saya perhatiin. Pengen tau namanya.
Akhirnya yang ditunggu datang juga “Perkenalkan Nama saya UR, saya berasal dari SMA N 4 Bandung, Saya tau ITENAS dari kakak saya, dan Mengapa planologi karena saya ingin bekerja di pemerintahan. Di bagian perhubungan.”
Oooowwhhh… UR namanya. Sedikit tersenyum melihatnya berbicara. Saya seolah terkagum-kagum melihatnya. Tapi saya sebisa mungkin menutup perasaan saya itu.
3 Hari Berjalan, anak-anak planologi sudah semakin akrab. Dari pertama masuk sampai sekarang sepertinya saya punya semangat yang membara untuk kuliah.
Saat anak cowok kumpul. Kita ngomongin tentang cewek dikelas, dan terakhir kesimpulannya kalau UR sudah punya pacar. (lemes dah). 2 Minggu berjalan, perhatian saya, saya pendam agar tidak kelihatan dan ketahuan oleh teman-teman dan dia. Saya gak mau jadi orang yang terlalu berharap dan lebay. Tetapi diantara teman-teman ada yang bisa membaca kalau saya suka sama UR. Dan saya selalu menghindar ketika ditanyain “kamu suka ya pram sama UR”. Saya selalu menjawab tidak dan sok tahu. (hahaha)
Saya selalu mencari kesempatan ingin satu kelompok dengan dia. Dan kesempatan itu berjalan dengan lancar. Sampai suatu pagi kita berencana akan kerja kelompok tetapi tiba-tiba saya melihatnya datang menangis, ada apa gerangan? Eitz ternyata dia putus dengan pacarnya. Sedikit bahagia si karena saya punya kesempatan tapi gak tega ngeliatnya kalau dia sedih.
Saya berusaha membuatnya terhibur dan sepertinya niat saya di respon positif olehnya. Kita selalu sama-sama dan curhat-curhatan menceritakan masa lalu dan juga komitmen untuk masa depan.
Tanpa saya sadari kalau dia tahu, saya suka kepadanya.
Iya sedikit pengalaman saya. Dari pengalaman saya itu saya dapat menyimpulkan pernyataan kalau cinta itu penting. Untuk apa?
- Sebagai motivasi dan
- Sebagai tanggung jawab
Dan yang pada akhirnya akan mendapatkan hal yang positif, yang berguna untuk diri masing-masing. Tetapi ini juga kembali kepada individu masing-masing menanggapinya seperti apa. Yang jelas jika setiap orang itu mengerti apa yang dinamakan cinta. Orang itu akan tahu bagaimana dia akan bertindak dan bertanggung jawab.

Selasa, 26 Oktober 2010

Komunikasi Dan Miskomunikasi

KOMUNIKASI
Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama.
Komunikasi adalah suatu tindakan di mana seseorang memberikan atau menerima dari orang lain informasi tentang kebutuhan, keinginan, persepsi, pengetahuan atau kondisi afektif. Komunikasi dapat bersifat sengaja maupun tidak disengaja, dapat menyangkut sinyal-sinyal kovensional maupun tidak konvensional, dan dapat terjadi lewat modus lisan maupun lain-lainnya.
Jadi, kalau ada dua orang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan.
Percakapan bisa dikatakan komunikatif apabila keduanya mengerti bahasa yang dipergunakan, juga mengerti makna dari bahan yang dipercakapkan.
Komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yaitu agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan, dan lain-lain.
Komunikasi menurut para ahli, adalah
- Menurut Bernard Berelson, komunikasi merupakan transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan mengunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya.
- Menurut Carl I.Hovland, komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan).

- Menurut Everett M. Rogers, komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

- Menurut Saya:
Komunikasi merupakan Proses penyusunan kata dalam bentuk kalimat yang bertujuan untuk menyampaikan maksud dan tujuan ke orang lain(Indvidu/Kelompok) baik secara lisan, tulisan dan gerak tubuh. 

Implikasi Komunikasi

Dalam Komunikasi pastinya terdapat implikasi. Implikasi merupakan akibat atau pengaruh.
Jadi Implikasi Komunikasi adalah hubungan atau akibat jika kita menyampaikan maksud dan tujuan kita dalam Berkomunikasi. Beberapa Implikasi dalam komunikasi:
1. Terdapat persetujuan diantara kedua belah pihak atau lebih.
     Persetujan tersebut merupakan saling mengertinya maksud dan tujuan yang disampaikan. Sehingga terdapat respon dari penerima komunikasi.
2.  Kemudahan dalam melakukan kegiatan
     Dengan Komunikasi. orang yang menerima informasi baik dalam tulisan, lisan dan gerak tubuh. Dengan mudah melakukan Instruksi untuk melakukan kegiatan.
3. Sebagai Sarana Pendidikan
    Dalam dunia pendidikan. sangat dibutuhkannya komunikasi, karena komunikasi merupakan perantara untuk melakukan proses belajar mengajar. Agar antara pengajar (Guru/Dosen) dan pelajar(Siswa/Mahasiswa) dapat mengerti dan melakukan apa yang di perintahkan dan di ajarkan. 


MISKOMUNIKASI
  
Miskomunikasi merupakan Kesalahan dalam menyampaikan maksud dan tujuan. Baik dari penerima maupun pengirim informasi. 

Faktor penyebab terjadinya Miskomunikasi:
- Dari pengirim: pengirim tidak menyusun kata dengan baik. sehingga terjadi kesalahan dalam penyampaian komunikasi.
- Dari penerima : penerima dalam kondisi tidak konsentrasi. sehingga apa yang dibicarakan atau di informasikan berbalik 180 derajat.
- Dari Pesan ( lisan, tulisan dan gerak tubuh) Pengirim menyampaikan informasi tidak jelas dalam lisan, dalam tulisan penulis menulis informasinya tidak beraturan dan tidak bisa dibaca. dan gerak tubuh, pengirim melakukan gerak tubuh tidak sesuai dengan yang di informasikan,


Implikasi Miskomunikasi
- Terjadinya keadaaan yang tidak sesuai dengan apa yang di informasikan
- Menyebabkan hal yang fatal seperti (kerusuhan, debat sengit, tawuran, dan bencana)