Ehem-Ehem
Kalau berbicara tentang cinta, Aduh.. pasti sangat rumit.. hehe
Kenapa? karena cinta itu susah dimengerti, kenapa cinta itu ada? kenapa bisa timbul perasaan cinta? Kenapa tidak ada mata kuliah “Teknik Cinta dan mempertahankannya” haha..
Sedikit pengertian saya tentang cinta. Cinta adalah mutasi dari perasaan suka dan bahagia, dimana di dalam mutasi itu terdapat proses, proses yang berjalan membutuhkan waktu, cara, dan objek. tapi ketika waktu, cara, dan objek yang dibutuhkan tidak sesuai. Cinta bermutasi menjadi perasaan sedih dan kecewa. dan hanya satu cara merasakan cinta yaitu PROSES. PROSES SUKA DAN PROSES KECEWA terhadap satu objek. Dan di dalam proses terdapat respon yang positif dari perasaan itu.
Dan cinta itu banyak objeknya, Cinta Orang Tua, Cinta Keluarga, Cinta Lingkungan, Cinta Peliharaan, Cinta Teman, dan Cinta Kepada Lawan Jenis.
Disini saya akan membahas Cinta kepada lawan jenis. Karena menurut saya cinta ini menjadi salah satu faktor pendukung keharmonisan seseorang dalam menjalin hubungan. Dan ini dapat berakibat positif terhadap pembangunan kota (Hahaha Lebay) maksudnya dalam segi psikologis. Contohnya jika dikota tersebut terdapat 500 pasangan dan setiap pasangan itu mengerti apa itu Cinta. Tentu akan tercipta suasana yang damai, tentram, dan indah. Dimana setiap orang otomatis peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Dan juga meningkatnya motivasi dalam bekerja dan belajar sebagai tanggung jawab atas perasaannya, sehingga dengan kondisi seperti ini kota dengan jumlah 500 pasangan yang sudah mengerti apa itu cinta akan dengan mudah berkembang. Karena tingkat kriminalitas, poligami dan perselingkuhan yang merupakan gangguan psikologis masyarakat akan berkurang.
Cinta itu sulit. Fakta sangat mendukung banyak orang gagal dalam menjalin hubungan, baik pacaran maupun yang sudah menikah. Dan di Indonesia banyak Tragedi Kejablayan atau yang dikenal dengan istilah “TAK LAKU”.
Toh Kalau begitu Cinta itu perlu dimasukan kedalam Mata Kuliah ataupun pelajaran. Karena dampaknya begitu besar kalau seseorang tidak mengerti apa itu cinta. Akibatnya Tingkat kriminalitas semakin tinggi (Pemerkosaan dan Perceraian), Tingkat perubahan takdir juga semakin tinggi (Transgender/Ganti Kelamin)
Mengapa Akibat itu bisa terjadi? SEMUA KARENA TIDAK TAHU ARTI CINTA SEBENARNYA!
Saat menulisnya saja sudah senyum-senyum, tentu saya punya pengalaman yang khusus sehingga timbul pernyataan yang dapat saya pertanggung jawabkan.
Sekilas tentang Cinta Lokasi
Hari dimana saya menginjakan kaki di ITENAS, Bandung.
Pada saat itu saya tidak punya satu orang pun teman. Teman yang dapat diajak berbicara. Saya berjalan dari gerbang depan menuju gedung Serba Guna dengan wajah malu (Bayangin wajah anak idiot yang baru masuk kota, hahaha).
Di Gedung , saya berkenalan dengan anak Jakarta dan anak Bali. Setelah berbicara banyak, kesimpulannya adalah cewek bandung. Kenapa cewek bandung, karena kita bertiga lelaki jablay.
Blablablabla.. pengarahan dari moderator. Dan tiba lah ujungnya, siswa akan menuju ke jurusan masing-masing. saya sangat penasaran seperti apa teman saya nantinya.
Setelah menunggu agak lama. “Teknik Planologi silahkan menuju ke gedungnya dipimpin oleh ketua jurusan”. Saya maju dan meninggalkan teman saya.
“Jalannya berdua-duan supaya rapi” kata bapak moderator.
Eitz.. yang berjalan di sebelah saya cewek. Gak tau datang dari mana, dia yang mendekat. (hehe padahal seneng)
Setelah diperhatiin ini kayaknya cewek bandung. Soalnya, di perjalanan saya sedikit curi-curi pandang, pura-pura deketin, supaya menarik perhatiannya. Kayak orang bego lah cari perhatian tapi gak berani kenalan (hahaha).
Sesampainya di jurusan kita duduk berseberangan (sengaja biar bisa ngeliat dengan jelas cewek tadi).
Yang saya perhatiin cuman cewek tadi, duduk bengong merhatiin dia. Sampai-sampai cuman sedikit yang didengar dari penjelasan ketua jurusan.
Tiba-tiba perkenalan, siapa dari mana dan mengapa masuk kesini?
Pertama yang dipanggil cewek berkacamata dan berbehel, eitz ini cewek mirip Betty Lafea haha
Dan ternyata saya urutan ke 5, Blablabla saya berbicara menceritakan tentang saya. Saya menunggu giliran cewek yang dari tadi saya perhatiin. Pengen tau namanya.
Akhirnya yang ditunggu datang juga “Perkenalkan Nama saya UR, saya berasal dari SMA N 4 Bandung, Saya tau ITENAS dari kakak saya, dan Mengapa planologi karena saya ingin bekerja di pemerintahan. Di bagian perhubungan.”
Oooowwhhh… UR namanya. Sedikit tersenyum melihatnya berbicara. Saya seolah terkagum-kagum melihatnya. Tapi saya sebisa mungkin menutup perasaan saya itu.
3 Hari Berjalan, anak-anak planologi sudah semakin akrab. Dari pertama masuk sampai sekarang sepertinya saya punya semangat yang membara untuk kuliah.
Saat anak cowok kumpul. Kita ngomongin tentang cewek dikelas, dan terakhir kesimpulannya kalau UR sudah punya pacar. (lemes dah). 2 Minggu berjalan, perhatian saya, saya pendam agar tidak kelihatan dan ketahuan oleh teman-teman dan dia. Saya gak mau jadi orang yang terlalu berharap dan lebay. Tetapi diantara teman-teman ada yang bisa membaca kalau saya suka sama UR. Dan saya selalu menghindar ketika ditanyain “kamu suka ya pram sama UR”. Saya selalu menjawab tidak dan sok tahu. (hahaha)
Saya selalu mencari kesempatan ingin satu kelompok dengan dia. Dan kesempatan itu berjalan dengan lancar. Sampai suatu pagi kita berencana akan kerja kelompok tetapi tiba-tiba saya melihatnya datang menangis, ada apa gerangan? Eitz ternyata dia putus dengan pacarnya. Sedikit bahagia si karena saya punya kesempatan tapi gak tega ngeliatnya kalau dia sedih.
Saya berusaha membuatnya terhibur dan sepertinya niat saya di respon positif olehnya. Kita selalu sama-sama dan curhat-curhatan menceritakan masa lalu dan juga komitmen untuk masa depan.
Tanpa saya sadari kalau dia tahu, saya suka kepadanya.
Iya sedikit pengalaman saya. Dari pengalaman saya itu saya dapat menyimpulkan pernyataan kalau cinta itu penting. Untuk apa?
- Sebagai motivasi dan
- Sebagai tanggung jawab
Dan yang pada akhirnya akan mendapatkan hal yang positif, yang berguna untuk diri masing-masing. Tetapi ini juga kembali kepada individu masing-masing menanggapinya seperti apa. Yang jelas jika setiap orang itu mengerti apa yang dinamakan cinta. Orang itu akan tahu bagaimana dia akan bertindak dan bertanggung jawab.